Cara Share Memori RAM ke VGA Onboard

Cara Setting Video Shared Memory (VRAM).
 
I K J 48 - Selamat malam sobat IKJ MI D3. Ini postingan PERTAMAXXX saya di ikjmid3 grop juga sebagai tugas kelompok Instalasi Komputer dan Jaringan. okeh. 
Komputer menggunakan memori video VRAM (Video RAM) untuk menghasilkan dan menampilkan grafik 3D pada monitor komputer. Memori video merupakan RAM (Random Access Memory) yang menggunakan data biner yang dibutuhkan untuk menampilkan grafis 3D.
Modul Pengolah Grafis - VGA

Modul Pengolah Grafis dibangun di dalam motherboard (jenis On-board), atau di dalam sebuah modul add-on yaitu kartu grafis atau biasa disebut VGA-card.

Tergantung pada kemampuan grafis 3D on-board, komputer bisa jadi harus "meminjam" RAM memory utama untuk memenuhi kebutuhan memori video (VRAM). Hal ini menciptakan kebutuhan memori bersama (share), dimana RAM komputer akan dibagi antara CPU (Central Processing Unit) dan chip grafis (GPU- Graphics Processor Unit).

Memory Shared untuk VGA ini (biasanya) dapat di-konfigurasi dari dalam salah satu menu BIOS. Ada beberapa metode sharing memory yang diterapkan oleh produsen motherboard, tentang hal ini ada dalam artikel saya sebelumnya - "Video RAM". Beberapa merek laptop tidak menyediakan setting shared memory (VRAM) di dalam BIOS nya, jika memang demikian silahkan Anda mengacu pada manual-book laptop ybs.
Cara Konfigurasi Shared Memory
  1. Start komputer dan masuk ke BIOS Setup. Untuk melakukan ini dengan menekan tombol keyboard (biasanya DELL atau F2 dll) yang sesuai selama proses Boot atau POST.
  2. Setelah masuk di dalam BIOS setup, pilih menu Integrated Peripherals atau Advanced. Menu bisa berbeda pada setiap BIOS.
  3. Pengaturan (setting) VRAM hanya dapat dilakukan dari BIOS. Jika di dalam BIOS tidak ada menu setting VRAM, maka VRAM tidak mungkin lagi diubah kapasitasnya. Hanya ada satu solusi, yaitu update BIOS, inipun jika tersedia update untuk pembaruan firmware (menu BIOS). Periksa di official-site produsen motherboard atau PC anda.
  4. Dalam menu Integrated Peripherals atau Advanced, pilih sub-menu (istilah bisa berbeda-beda) misalnya aperture AGP, Shared memory, VGA Shared, Frame Buffer, DVMT (board Intel), UMA Frame Buffer dll. Intinya ambil menu tentang VGA (Display memory).
  5. Di bawah pilihan ini, kita dapat memilih alokasi jumlah (MB=Mega Byte) tertentu dari RAM-sistem untuk keperluan memori video VRAM (shared memory). Umumnya, dapat dipilih untuk meng-alokasikan nilai mulai dari 8MB ke 64MB RAM atau (dalam motherboard keluaran baru) kadang bisa sampai 512MB. Tetapi hal ini juga tergantung jumlah memori (RAM) terpasang, dan juga OS yang digunakan.
  6. Selanjutnya simpan (save) setting BIOS yang baru dilakukan dan keluar dari BIOS. 
  7. Penting untuk diperhatikan : bahwa meningkatkan VRAM-shared bisa berakibat menurunnya kapasitas Usable RAM sistem.



Tips
  • Menggunakan memory shared secara tepat tidak akan menurunkan kecepatan kinerja PC. Akan tetapi memasang sebuah kartu grafis (VGA Card) adalah cara lebih efisien untuk melengkapi PC dengan kemampuan grafis 3D. Hal ini karena kartu grafis memiliki RAM dan prosesor (GPU) sendiri, yang benar-benar terpisah dari PC Anda, dan memiliki fitur-fitur 3D yang lebih lengkap.
  • Berhati-hatilah dalam menentukan jumlah RAM yang akan di-shared untuk VRAM. Bila RAM yang di Share terlalu besar, bisa jadi komputer tidak akan bisa loading karena CPU kehabisan Usable RAM.
  • Untuk pengguna Win7. Dalam beberapa kasus (tidak selalu), dengan menggunakan vga driver XP bisa menaikkan angka VRAM.
  • Sebagai patokan, jika PC menggunakan sistem operasi Windows XP harus dipastikan ada “sisa RAM” setidaknya 256MB yang tersedia untuk CPU Anda. Untuk Windows 7 atau Vista, CPU Anda akan memerlukan minimal 512MB RAM, hanya agar Windows berjalan normal. Tentu saja tersedia RAM lebih besar akan lebih baik lagi.
Berikut mengenai Cara Share Memori RAM ke VGA Onboard, semoga postingan yang pertama saya buat ini bermanfaat. 



Ditulis oleh : IMAM WAHYU PRASETIO , 26 SEPTEMBER 2014
Sumber

Ini Ciri Jika Baterai CMOS Mati

Ciri Jika Baterai CMOS MatiBaterai CMOS (disebut juga CMOS RAM atau hanya CMOS) adalah sebuah baterai yang digunakan oleh BIOS untuk tetap aktif meski tanpa aliran listrik. Salah satu kegunaannya untuk mengaktifkan dan menjalankan fungsi jam, serta menyimpan setting BIOS, dan umumnya memakai baterai kancing (Baterai bulat yang pipih, diameter dan ketebalannya bervariasi). Baterai CMOS memang terkadang lama masa pemakaiannya rata-rata secara pengalaman penulis sampai 3 tahun, malah ada yang sampai 5 tahun. Namun tiap analisa kerusakan hardware ada banyak yang kadang haru kita lakukan, dan untuk melakukan tindakan kita berpedoman pada ciri-ciri tiap kerusakan yang terjadi. Untuk ciri-ciri umum baterai CMOS mati sebagai berikut:

  1. Pada saat komputer dinyalakan biasanya terdapat pesan untuk mengadakan settingan ulang pada sistem BIOS kita.
  2. Pada saat settingan BIOS sudah kita lakukan, settingan tidak tersimpan bagaimana mestinya.
  3. Pada jam, tanggal dan tahun pada komputer tidak cocok
  4. Nah untuk mengatasi masalah ini mungkin teman-teman sudah tau, yaitu mengganti baterai CMOS dengan yang baru.
Ciri Jika Baterai CMOS Mati

WARNING Jangn keburu-buru teman-teman mencabut baterai BIOS dulu sebelum memenuhi ketentuan berikut:
  1. Matikan dulu komputer anda (dengan men sutdown komputer)
  2. setelah mati cabut kabel power komputer agar listrik yang dari PLN tidak mengalir pada MOBO
  3. Cabut kabel 24 pin pada Power suply yang menghubungkan power suply pada MOBO
  4. tekan tombol ON pada CPU anda agar listrik yang ada dalam MOBO benar-benar hilang
  5. Lakukan Reset BIOS seperti yang telah saya jelaskan (GOOD LUCK...:D)
Nama Penulis: Rofi Firdaus

Info

More »

Kesehatan

More »